Selasa, 20 Desember 2011

Terusik

Seolah semua berujung
Tak kudapati alur yang bersambungan
Putus-putus
Ku bernynyi dalam luka

Memalsukan performa riil
Topeng kita terusik dan menipis
Gesekan-gesekan mejadi penyebab tangis

Tergesek seperti senar biola tapi tak indah
Semakin lekoh si merdu tergesek
Semakin dalam palung yang terorek

Kau, mereka
Tak pernah tahu kita meronta
Ceplosan-ceplosan lisan, yang hanya kau dan mereka lihat, berdansa

Kita terlalu pandai
Palung nan dalam kita biaskan bah samudera yang terbentang megah
Perfect
Terlalu perfect malah

Suatu masa
Kau kan melihat kita melalang buana
Tapi kita kan mencoba kau tak kan pernah menyaksikan kelalang buanaan kita


Yogyakarta, December 07, 2011
8.24 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar