Seolah semua berujung
Tak kudapati alur yang bersambungan
Putus-putus
Ku bernynyi dalam luka
Memalsukan performa riil
Topeng kita terusik dan menipis
Gesekan-gesekan mejadi penyebab tangis
Tergesek seperti senar biola tapi tak indah
Semakin lekoh si merdu tergesek
Semakin dalam palung yang terorek
Kau, mereka
Tak pernah tahu kita meronta
Ceplosan-ceplosan lisan, yang hanya kau dan mereka lihat, berdansa
Kita terlalu pandai
Palung nan dalam kita biaskan bah samudera yang terbentang megah
Perfect
Terlalu perfect malah
Suatu masa
Kau kan melihat kita melalang buana
Tapi kita kan mencoba kau tak kan pernah menyaksikan kelalang buanaan kita
Yogyakarta, December 07, 2011
8.24 pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar