Tentang daun yang tak lagi hijau
Tentang sepi yang terus merengkuh senyuman
Terik mentari tak seperti yang tlah lalu
Semakin menggelapkan
Meruntuhkan dermaga yang terarungi
Menggubahnya tak semudah benang memasuki jarum
Pendengaran dan penglihatan yang acuh
Berbelok dengan perasaan
Pikiran yang menyambung tak kunjung bertemu
Jika Tuhan membisikkan masa depan
Tak kan pernah ada batu kecil yang tertendang ke jurang
Semua kan tiada rasa
Hampa
Detik terus berlari
Dan harus mengejar
Diam bukanlah dukungan akal
Yogyakarta, November 17, 2011
4.49 pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar