Tuhan...
Dalam padam ku masih melihat terang-Mu
Langkahku tercekat
Buih lautan menampar-nampar
Menyingsing balutan kepedihan
Tuhan...
Sebelum ku menyatu abadi dengan tanah leluhurku
Sudikahkah Engkau mengizinkan jajaran kata yang terukir, yang setiap detik mendaki menit bahkan jam, ku resapi dan ku tanam dalam jiwa serta pikiran luar biasa, yang tlah Kau suguhkan, menjadi jubah nyata yang menyelimuti masaku.
Tuhan...
Ku tlah merasakan kekuatan-Mu menyatu saat ku menorehkan setiap alfabet
Dan......
Sungguh seluruh ragaku meminta, memohon, sang alfabet kan berdansa
Tuhan....
Tak ada nikmat-Mu yang bisa ku dustakan lagi
Semua telah nyata
Bahkan...
Pengelihatanku tak mau terpejam memandang apalagii memincing
Pendengaranku tak mau tertutup, bahkan menajam
Bibir serta hati tak mau berpaling menyebut yang lain
Ar-Rahman-Mu yang berhasil menekuk lutut
Ar-Rahman-Mu yang menderaikan
Ar-Rahman-Mu yang tak bertanding sebab tak ada yang mampu menandingi
Ar-Rahman-Mu seolah memelukku begitu erat
Ar-Rahman-Mu yang ...........
Peluh lidahku tak mampu mengungkapkan...
Yang tersisa sekarang hanya...
Terima kasih, Tuhan.....
#terinspirasidarikisahbersamaAr-Rahman-Mu.
Yogyakarta, November 25, 2011
4.12 pm
This is getting a bit more subjective, but I much prefer the Zune Marketplace. The interface is colorful, has more flair, and some cool features like 'Mixview' that let you quickly see related albums, songs, or other users related to what you're listening to. Clicking on one of those will center on that item, and another set of "neighbors" will come into view, allowing you to navigate around exploring by similar artists, songs, or users. Speaking of users, the Zune "Social" is also great fun, letting you find others with shared tastes and becoming friends with them. You then can listen to a playlist created based on an amalgamation of what all your friends are listening to, which is also enjoyable. Those concerned with privacy will be relieved to know you can prevent the from seeing your personal listening habits if you so choose.
BalasHapus[...] Masa Tersembunyi bersama Ar-Rahman. by Nurul Hunafa' on Friday, 25 November 2011 at 16:12. Tuhan⬦ Dalam padam ku masih melihat terang-Mu Baca Selengkapnya: http://blog.umy.ac.id/nurulhunafa/2011/11/25/masa-tersembunyi-bersama-ar-rahman/ [...]
BalasHapus